Minggu, 04 April 2010

oksidasi reduksi


REAKSI REDUKSI OKSIDASI
SMA KELAS X SEMESTER 2


HERLINAWATI ARITONANG
NIM: 081188410017


A. OKSIDASI REDUKSI SEBAGAI REAKSI PENGIKATAN DAN PELEPASAN OKSIGEN.
Pada awalnya, pengertian oksidasi dan reduksi dikaitkan dengan oksigen.
Oksidasi adalah pengikatan oksigen oleh suatu zat.
Reduksi adalah pelepasan atau pengurangan oksigen dari suatu zat.
1. OKSIDASI
Beberapa contoh Oksidasi :
- Perkaratan Logam, misalnya besi.
4Fe(s) + 3O2(g)  2Fe2O¬3(s)
- Pembakaran gas alam (CH¬4).
CH4(g) + 2O2(g)  CO2(g)+ 2H2O(g)
- Oksidasi glukosa dalam tubuh.
C6H12O6(aq) + 6O2(g)  6CO2(g) + 6H2O(l)

Sumber Oksigen pada reaksi Oksidasi disebut Oksidator.
2. REDUKSI
Reduksi banyak dilakukan pada pengolahan bijih logam.
Contoh:
- Reduksi bijih besi (hematit) dengan karbon monoksida.
Fe2O3(s) + 3CO(g)  2Fe(s) + 3CO2(g)
- Reduksi Kromium (III) oksida oleh aluminium.
Cr2O3(s) + 2Al(s)  Al2O3(s) + 2Cr(s)
- Reduksi tembaga (II) oksida oleh gas Hidrogen.
CuO(s) + H2(g)  Cu(s) + H2O(g)

Zat yang menarik oksigen pada reaksi reduksi disebut Reduktor.

B. OKSIDASI REDUKSI SEBAGAI REAKSI SERAH TERIMA ELEKTRON.

Oksidasi dan Reduksi tidak harus melibatkan oksigen, contohnya pada reaksi kalsium dengan belerang (reaksi 1):
2e .. ..
Ca: + . S : ® Ca2+ + : S : 2- ® CaS
. ..
Bandingkan dengan reaksi kalsium dengan oksigen (reaksi 2) berikut, yang tergolong reaksi oksidasi berdasarkan konsep terdahulu.
2e .. ..
Ca: + . O : ® Ca2+ + : O : 2- ® CaO
. ..
Menurut konsep redoks terdahulu, resksi 1 tidak termasuk oksidasi padahal dalam kedua reaksi itu kalsium sama-sama melepas 2 elektron. Karena itu didefenisikan redoks kemudian diperluas, dikaitkan dengan serah-terima elektron.
Oksidasi adalah pelepasan eleckron.
Reduksi adalah penyerapan elektron.
Pelepasan dan penerimaan elektron terjadi secara simultan, artinya jika setiap spesi melepas electron berarti ada spesi lain yang menyerapnya. Hal ini berarti bahwa setiap oksidasi desertai reduksi.
Contoh:
2e
Ca + S Ca2+ + S2-
reduktor oksidator hasil oksidasi hasil reduksi

Reduktor = melepaskan electron Oksidator = menarik electron
( mengalami OKSIDASI) ( mengalami REDUKSI)

C. OKSIDASI REDUKSI BERDASARKAN PERUBAHAN BILANGAN OKSIDASI

Dalam berbagai reaksi reaksi redoks yang melibatkan spesi yang kompleks, kadang-kadang tidak mudah menentukan atom mana yang melepas dan atom mana yang menyerap electron. Hal ini dapat diatasi dengan mengkaitkan pengertian oksidasi dan reduksi dengan perubahan bilangan oksidasi.

Pelepasan electron (OKSIDASI) menyebabkan kenaikan bilangan oksidasi, sedangkanpenyerapan elektron (REDUKSI) menurunkan bilangan oksidasi

BILANGAN OKSIDASI
1. Pengertian Bilangan Oksidasi.
Bilangan oksidasi suatu unsur dalam suatu senyawa adalah muatan yang diemban oleh atom unsur itu jika semua elektron ikatan didistribusikan kepada unsur yang lebih elektronegatif.
Contoh soal:
1. Berapakah bilangan oksidasi Na dan Cl dalam NaCl ?
Jawab:
Rumus Lewis NaCl
. ..
Na [ x Cl : ]
..


Na melepas 1 elektron kepada Cl, jadi bilangan oksidasi Na= +1 sedangkan Cl= -1
2. Berapakah bilangan oksidasi H dan O dalam H2O ?
Jawab:

00
H : O : H
00


Oleh Karena O lebih elektronegatif daripada H maka elektron ikatan didistribusikan pada atom O. Jadi, bilangan oksidasi O = -2, sedangkan H masing-masing +1.


2. Aturan menetukan bilangan oksidasi.
Dengan mempertimbangkan keelektronegatifan b, dapat disimpulkan suatu aturan untuk menentukan bilangan oksidasi sebagai berikut:
1. Unsur Bebas mempunyai bilangan oksidasi = 0.
2. Fluorin, unsur yang paling elektronegatif dan membutuhkan tambahan 1 elektron, mempunyai bilangan oksidasi = -1 pada semua senyawanya.
3. Bilangan oksidasi unsur logam selalu bertanda posotif.Bilangan oksidasi beberapa unsur logam sbb :
Golongan IA (Logam alkali : Li,Na,K,Rb,Cs ) =+ 1
Golongan IIA (Logam alkali :Be, Mg,Ca, Sr,B ) = + 2
Al = +3 Fe = + 2 dan +3
Zn =+2 Hg = +1 dan +2
Ag = +1 Cu = +1 dan +2
Sn = +2 dan +4 Au = +1 dan +3
Pb = +2 dan +4 Pt = +2 dan +4

4. Bilangan oksidasi suatu unsur dalam suatu ion tunggal sama dengan muatannya.
Contoh: Bilangan oksidasi Fe dalam Fe3+ = +3
5. Bilangan oksidasi H umumnya = +1, kecuali dalam senyawanya dengan logam = -1.
Contoh: Bilangan oksidasi H dalam HCl, H2O, NH3 = +1
Bilangan oksidasi H dalam NaH, BaH2 = -1.
6. Bilangan oksidasi O umumnya = -2.
Contoh: Bilangan oksidasi O dalam H2O, MgO = -2.
Kecuali:
a. Dalam F2O bilangan oksidasi O = +2
b. Dalam Peroksida seperti H2O2 bilangan oksidasi 0 = -1
c. Dalam superoksida seperti KO2 bilangan oksidasi O = -1/2.
7. Jumlah bilangan oksidasi unsur – unsur dalam suatu senyawa = 0.
Contoh: Dalam H2SO4 = (2X b.o H) + (b.o S) + (4X b.o O) = 0.
8. Jumlah bilangan oksidasi unsur – unsur dalam suatu ion poliatom = muatannya.
Contoh: Dalam S2O3-2 : (2X b.o S) + (3X b.o O) = -2.

CONTOH SOAL:
Tentukan reduktor, oksidator, hasil oksidator, dan hasil reduksi pada reaksi redoks:
a. Mg(s) + 2HCl(aq)  MgCl2(aq) + H2(g)
b. Cu(s) + 2H2SO4(aq)  CuSO4(aq) + SO2(g) + 2H2O(l)
c. Cl2(g) + 2OH-(aq)  Cl-(aq) + ClO-(aq) + H2O(l)
JAWAB:
0 +1 -1 2+ -1 0
a. Mg (s) + 2HCl (aq) ® MgCl2 (aq) + H2 (g)


oksidasi
reduksi

Reduktor : Mg Hasil Oksidasi : MgCl2
Oksidator : HCl Hasil Reduksi : H2


b. 0 +1 +6 -2 +2 +6 -2 +4 -2 +1 -2
Cu (s) + 2H2SO4 (aq) ® CuSO4 (aq) + SO2 (g) + 2H2O (l)

OKSIDASI
REDUKSI
Reduktor : Cu Hasil Oksidasi : CuSO4
Oksidator : H2SO4 Hasil Reduksi : SO2

0 -1 +1
c. Cl2 (g) + 2OH- (aq) ® Cl- (aq) + ClO- (aq) + H2O (l)

OKSIDASI
REDUKSI
Reduktor dan Oksidator : Cl2
Hasil Oksidasi : Cl- Hasil Reduksi : ClO-

Reaksi redoks di mana oksidator dan reduktornya merupakan zat yang
sama disebut reaksi autoredoks.

1. Bilangan Oksidasi S dalam Na2S2O3 adalah . . .
a. 2 d. 5
b. 3 e. 6
c. 4

2. aw . . .
a. 2 d. 5
b. 3 e. 6
c. 4

3. Bilangan Oksidasi klorin dalam senyawa natrium hipoklorit, kalium klorit, dan kalium klorat berturut-turut adalah . . .
a. +3, +5, dan +7 d. -1, +3, dan +5
b. +1, +5, dan +7 e. -1, +1, dan +3
c. +1, +3, dan +5

4. Bilangan oksidasi atom Mn tertinggi diantara senyawa berikut adalah . . .
a. MnO2 d. KMnO4
b. Mn2O3 e. K2MnO4
c. Mn3O4

5. Bilangan Oksidasi Cl dalam senyawa KClO2 adalah . . .
a. +7 d. +1
b. +5 e. -1
c. +3

6. Bilangan Oksidasi Kromium dan Selenium dalam senyawa K2Cr2O7 dan SeCl4 adalah . . .
a. +6 dan +4 d. +5 dan -4
b. +6 dan -4 e. +3 dan +6
c. +7 dan +4

7. Bilangan Oksidasi iodin dalam ion H4IO6- adalah . . .
a. -1 d. +5
b. +1 e. +7
c. +3

8. Pada Reaksi : 2CO + 2NO  2CO2 + N2, bilangan oksidasi N berubah dari . . .
a. +2 ke 0 d. +3 ke +2
b. +2 ke +1 e. +4 ke 0
c. +3 ke +1

9. Diantara ion berikut, pada ion manakah unsur belerang mempunyai bilangan oksidasi terendah ?
a. SO42- d. S2-
b. HSO4- e. S2O3
c. HSO3-

10. Yang termasuk reaksi oksidasi menurut konsep pelepasan dan penerimaan elektron adalah . . .
a. Mg2+ + SO42-  MgSO4 d. Mg  Mg2+ + 2e
b. NaCl + Ba(OH)2  BaCl2 + H2O e. H2O  H+ + OH-
c. CO + ½ O2  CO2

11. Oksidator dalam reaksi :
CuO + NH3  2N2O4 + 6H2O adalah . . .
a. CuO d. 6H2O
b. NH3 e. O2
c. 2N2O4

12. Yang termasuk reaksi oksidasi berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi adalah . . .
a. 2HCrO4  H2Cr2O7 + H2O d. CO + ½ O2  CO2
b. NaCl + Ba(OH)2  BaCl2 + H2O e. TiCl4 + 2H2O  TiO2 + 4HCl
c. NaCl + Ba(OH)2  BaCl2 + H2O

13. Dalam reaksi yang berlangsung pada suhu 800 – 1600oC berikut :
a. FeO d. CO2
b. CO e. H2
c. Fe

14. Pada persamaan reduksi oksidasi berikut (belum setara)
KMnO4(aq) + Kl(aq) + H2SO4(aq)  MnSO4(aq) + I2(aq) + K2SO4(aq) + H2O(l), Bilangan oksidasi Mn berubah dari . . .
a. +14 menjadi +8 d. -1 menjadi +2
b. +7 menjadi +2 e. -2 menjadi +2
c. +7 menjadi +4

15. Dalam reaksi antara asam sulfat pekat panas dan kalium iodida :
8I-(aq) + H2SO4 + 8H+(aq)  4I2(g) + H2S(g) + 4H2O(l), Pernyataan yang benar adalah . . .
a. I- mengalami Reduksi d. H2SO4 zat pengoksidasi
b. H2S zat pereduksi e. H+ mengalami oksidasi
c. H+ mengalami reduksi

16. Pada reaksi :
2CO + 2NO  2CO2 + N2, Bilangan oksidasi N berubah dari . . .
a. +2 ke 0 d. +3 ke +2
b. +2 ke +1 e. +4 ke 0
c. +3 ke +1

17. Dari beberapa persamaan reaksi dibawah ini yang bukan merupakan persamaan reaksi redoks adalah . . .
a. 2Al(s) + Fe2O3(g)  Al2O3(s) + 2Fe(s) d. 2CrO4-(aq) + 2H+(aq)  Cr2O72-(aq) + H2O(l)
b. PbO2(s) + SO2(g)  PbSO4(s) e. MnO2(s) + 4HCl(aq)  MnCl2(aq) + 2H2O(l) +Cl2(g)
c. 2Ag+(aq) + Cu(s)  2Ag(s) + Cu2+(aq)

18. Bilangan oksidasi xenon dalam ion XeF5+ adalah . . .
a. +4 d. -5
b. -4 e. +6
c. +5

19. Pada reaksi :
Cl2(g) + 2KOH(aq)  KCl(aq) + KClO(aq) + H2O(l), Bilangan boksidasi klorin berubah dari . . .
a. -1 menjadi +1 dan 0 d. -2 menjadi 0 dan +1
b. +1 menjadi -1 dan 0 e. 0 menjadi -1dan +1
c. 0 menjadi -1 dan -2

20. 2MnO4- + 10Cl- + 16H+  2Mn2+ + 5Cl2 + 8H2O.
Hasil reduksi persamaan reaksi redoks di atas adalah . . .
a. Mn2+ d. Cl2 + H2O
b. Cl2 e. Mn2+ + H2O
c. H2O

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar